Resensi Film Sang Murabbi

oleh: Hilda Nur Wulandari

Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah.

Fِّۡilm Sang Murabbi ini menggambarkan biografi seorang pejuang dakwah "Ustadz Rahmat Abdullah" sekaligus mengenang jasa-jasanya yang besar dalam mengembangkan sayap dakwah. Serta bagaimana beliau menjalani hari-harinya dalam aktivitas dakwah.  Film ini dirilis tahun 2008 dan disutradarai oleh Zul Ardhia.

Sayangnya alur yang dibuat dalam film ini belum membuat penonton merasakan bagian klimaksnya.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari film ini yakni: 
1. Bahwa teladan terbaik adalah Rasulullah SAW dan kita wajib membelanya jika ada yang menghinanya. Ada tayangan dalam film ini seorang yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah tidak menepati janji. Bersegeralah Ust. Rahmat menegur orang tersebut bahwa apa yang dikatakannya  itu tidak benar.
2. Dakwah itu harus seimbang, dakwahkan keluarga juga orang lain. Karena sejatinya teladan itu penting dalam dakwah.
3. Ketika ada pandangan tidak benar atau simpang siur tentang dakwah atau konsepnya maka tabayun agar tidak berburuk sangka dengan sesama muslim.
4. Tidak boleh menyakiti sesama muslim karena kita semua saudara.
5. Konsep hidup: ingat kebaikan orang lain dan keburukan kita, lupakan kebaikan kita dan keburukan orang lain.

6. Hati-hati dengan harta dan jabatan, karena bisa menjadi ujian bagi kita, seperti kendornya semangat dalam mengaji dan dakwah. Seperti permisalan monyet di atas pohon. Ketika ada angin kencang, ia berpegang erat. Tapi ketika datang angin sepoi-sepoi terlena, mengantuk sampai akhirnya terjatuh.
7. Dakwah itu di mana saja. Jadikan tempat kita menetap sebagai ladang dakwah. Beri bibit dan rawat dengan baik.
8. Sebagai aktivis dakwah baik seorang bapak maupun ibu, ataupun anak, ingat bahwa keluarga juga mempunyai hak atas kita, ketika di rumah, bantulah mereka. Entah membuat minuman, mengobrol, atau kegiatan lainnya yang mendekatkan dengan keluarga.
9. Ketika ada seorang yang ingin ikut holaqoh, sambut dengan baik dan santun.
10. Jika ada orang yang ingin menjatuhkan kita, katakan dengan bahasa yang santun bahwa kita disini adalah dalam rangka dakwah.
11. Perjuangan dakwah harus dilakukan dengan kesungguhan agar mendapat pahala yang besar dari Allah.
12. Melalui jalan dakwah harus dengan sabar dan konsisten agar bisa terus maju.
13. Bacalah buku-buku islam/kitab bahasa Arab terutama buku dakwah agar kita termotivasi untuk memajukan islam di manapun kita berada.
14. Ketika diberi amanah dakwah harus siap untuk menjalaninya.
15. Dalam menyampaikan kebenaran atau berdakwah bisa menggunakan berbagai cara: dengan kisah, perumpamaan, atau lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat

Pesan