Pesan

Lagi, kau tampak muram. Apa kiranya yang ada di benakmu? Adakah marah terhadapku? Sebentar saja,   coba mengerti, tak baik berburuk sangka. Katakan isi pikiran dan hatimu. Selama itu baik, aku akan berusaha memahami. Sejauh apa kau mampu melangkah, jangan kotori hatimu dengan penyakit hati. Sungguh, aku bisa saja percaya padamu jika kau ada kemauan belajar untuk menetapi kebenaran.

Bercanda atau serius bagiku hanya masalah gaya bahasa. Isi perkataan, bagiku sama saja. tak ada beda. Hentikan cara berbohong itu. Tak baik bagimu. Lagi pula untuk apa semua ini. Hiburan? Bukan. Semua itu hanya menyakiti. Secara tak langsung. Maaf, aku tak bisa memberi harapan lebih. Menjadi seorang sahabat akan lebih indah.

Tegar. Aku yakin bisa. Lihat kebenaran dengan mata hatimu. Apakah tak ingin kau mengerti arti sebuah kejujuran. Sejauh apa yang bisa aku mengerti. Aku tahu kau mampu. Mungkin tinggal menunggu saat yang tepat. Jangan sia-siakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat