Manajemen
Management is an art. Itu makna awal dari buku pengantar bisnis yang saya miliki. Seni, bagaimana pelaku mengelola sesuatu dengan bantuan manusia untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien. Sebuah situs internet mengatakan, manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno yaitu ménagement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Ia memerlukan keahlian seseorang untuk bisa membuat sumber daya menjadi efektif melalui bantuan orang lain. Di sini seseorang membentuk orang lain agar memiliki kemauan bergerak dalam mencapai tujuan bersama.
Tak hanya sebagai seni, manajemen pun dikatakan sebagai ilmu. Ia memiliki beberapa proses yang harus dilakukan agar tujuan bisa menjadi efektif dan efisien. Bervariasi memang pendapat para ahli terkait proses ini, tapi dalam tulisan ini saya akan membaginya menjadi empat, yakni Planning, Organizing, Leading, and Controlling. Ada juga yang menambahkan dengan unsur Staffing, Actuating, dan lain-lain, tapi dalam mata kuliah pengantar manajemen yang saya dapatkan cukup empat unsur tadi.
Planning. Sebuah perencanaan amat penting dilakukan agar apa yang akan dilakukan tidak asal. Di proses awal ini, standard organisasi, serta pembuatan visi dan misi dirumuskan. Perencanaan digunakan untuk melihat seberapa efektif dan efisien kiranya misi dalam mencapai visi. Selain itu, pertimbangan di awal dapat mengantisipasi resiko yang akan terjadi. Perencanaan di sini, tidak hanya dibuat satu, tapi perlulah dibuat beberapa agar jika terjadi resiko, dapat menggunakan alternatif yang ada.
Organizing. Setelah membuat perencanaan yang matang. Buatlah struktur dan bagan organisasi yang meliputi job analysis, job spesification, role dari setiap entitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam mengelola entitas, dibutuhkan peran Human Resources Management untuk menempatkan orang-orang sesuai dengan bidang pekerjaan yang ada. Proses ini dinamakan Staffing. Hal ini perlu agar pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien karena diamanahkan kepada orang-orang yang memiliki keahlian sesuai bidang yang ia mampu lakukan.
Leading. Pembuatan visi, misi, struktur, dan bagan organisasi telah selesai. Kini, sosok pemimpin diperlukan dalam mengatur segala entitas agar bergerak sesuai tujuan yang telah disepakati. Tanpa adanya seorang pemimpin, sebuah organisasi tidak memiliki acuan yang jelas untuk memutuskan arah mana yang perlu diambil, sebab dalam perjalanannya akan ada kerikil yang dapat menimbulkan konflik. Jika, setiap orang mempunyai ide masing-masing, kemudian mereka berjalan sendiri-sendiri, akan mudah penolakan muncul dari orang per orang karena perbedaan pandangan dalam mengatasi suatu problem. Hal ini nantinya akan menimbulkan kebimbangan bagi entitas lain.
Namun, jika ada seorang pemimpin yang dipercaya, ide-ide setiap individu dapat ditampung dan diambil jalan terbak yang bermanfaat bagi sebagian besar entitas. Dalam ilmu manajemen, setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang beragam. Beberapa diantaranya menurut Lewin yaitu gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas), seperti yang dikutip Robbins dan Coulter (2002) dalam University of Iowa Studies (p. 406).
Controlling. Dalam menjalani setiap kegiatan operasional organisasi, memerlukan pengawasan. Seorang pemimpin pada umumnya bertugas untuk mengawasi rekan kerjanya meneyelesaikan tugas apakah telah mencapai standard atau belum. Jika belum, ini saatnya unutuk melakukan evaluasi dari setiap tindakan yang telah dilakukan dalam membuat keputusan manajemen. Evaluasi ditujukan untuk mengetahui apakah di masa depan perlu dilakukan perubahan atau tidak, sebab pemicu perubahan bisa berasal dari internal organisasi selain lingkungan eksternal. Dengan pengawasan dan pengevaluasian, penilaian tindakan yang efektif dan tidak bisa tampak jelas, sehingga arah manajemen diharapkan bisa mencapai tujuan.yang seharusnya dan bersifat progresif.
Proses manajemen yang bertahap di atas tidak akan berjalan lancar jika terjadi problem di dalam sumber daya organisasi baik fisik maupun nonfisik. Perlu adanya kesinergisan di antara semua elemen organisasi. Manajemen sebagai perpaduan antara seni dan ilmu amat ditentukan oleh jam terbang dari entitas organisasi. Pengalaman dan kecakapan entitas dalam menghadapi persoalan organisasi amat menentukan efektivitas dan keefisienan dalam mencapai tujuan. Karena itu, marilah kita belajar memanajemen
mulai dari hal kecil di sekitar kita.
sumber:
Business.
http://firmanaidin.blogspot.com/2010/01/manajemen-sebagai-ilmu-dan-seni.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.html
Komentar
Posting Komentar