Serdadu Kecil, Kobarkan Semangatmu!!


Serdadu-serdadu kecil, teruslah gapai cita. Tunjukkan pada dunia, kalian bisa menjadi yang terbaik.

Jakarta (15/11). PULUHAN ANAK BERKUMPUL DI SEBUAH GANG KECIL. Gadis-gadis kecil mengenakan pakaian muslim dengan jilbab beraneka model. Sedangkan laki-laki menggunakan baju koko lengkap dengan peci. Canda tawa menghiasi. Senyum menyungging di pipi. Laksana berangkat perang, mereka tengah menunggu intruksi dari sang komandan.

Pagi ini udara cukup berangin. Tak pula hujan, seakan memberi dukungan positif akan kegiatan hari ini. Sang komandan mulai mengatur barisan anak-anak di hadapannya. Para ajudannya turut membantu. Kemudian, terdengar instruksi bahwa semua harus siap berjalan. Anak-anak kecil berbaris rapi layaknya serdadu kecil ingin beraksi. Gang demi gang ditelusuri. Senandung sholawat dan tetabuhan rebana iringi langkah kecil mereka. Semua mata mengarah pada rombongan. Terus beriringan. Keluar di gang terakhir, melewati pinggir jalan raya, hingga, sampailah mereka di Al-Waqof.

Kayu-kayu penyangga dan batu-bata belum usai ditata. Dinding-dinding masjid masih berupa tembok semen. Hanya lantai satu yang masih bisa digunakan untuk kegiatan seperti sholat berjamaah atau kegiatan lain. Sedang lantai dua masih berantakan dengan kayu-kayu, pasir, dan semen di sekeliling.

Al-Waqof. Masjid yang tengah direnovasi ini, menjadi tempat dari inti acara yang diadakan setiap tanggal 1 Muharam per tahunnya. “Dengan mengadakan acara ini di masjid dimaksudkan supaya membiasakan anak-anak ke masjid,” tutur Irvan. Meski masjid sedang direnovasi, bukan berarti dapat menghambat acara tahun baru islam kali ini.

Acara bertemakan “Dengan Semangat Hijrah Nabi, Bangkitlah Para Generasi Islam Sejati” ini dilakukan sebagai upaya penyambutan tahun baru islam yang jatuh pada hari Kamis, 15 November 2012. Para pemuda di Jalan Pepaya IV, Kel. Semper Barat, Kec. Cilincing, Jakarta Utara telah mempersiapkan segala sesuatunya. Karpet, lembar penilaian lomba, panganan kecil telah disiapkan oleh masing-masing seksi.

Satu per satu anak-anak masuk ke dalam masjid. Berduyun-duyun mencari tempat duduk terdepan. Para panitia kelimpungan. Berusaha mengatur puluhan anak dari berbagai Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) di lingkungan RW 16 Kec. Cilincing, Jakarta Utara. Keterbatasan jumlah panitia tak menyurutkan semangat menjalani acara ini. Anak-anak masih terus berdatangan. Suara riuh, berusaha disurutkan.

Pukul 08.00 WIB, kegiatan dimulai dengan pembukaan dari Randy (16 th) dan Mia (16 th), selaku pemandu acara ini. Tak lama, dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Iqbal Hanafiah, S.Pd.i. “Siapa yang mau menjadi anak soleh?” Teriak sang ustadz usai salam pembukaan, berusaha meraih antusias anak-anak mendengar ceramahnya. Seraya dengan itu, anak-anak mengacungkan jari. “Saya.. Saya.. Saya..” terdengar jawaban keras dari beberapa anak. 


Suasana Ceramah
Pak ustadz kembali berceramah. Bagaimana menjadi anak yang soleh, cerita Nabi dan Rasul menjadi bahasan dalam tausiyahnya. Anak-anak mendengarkan dan menyimak. Terhitung, dari sebanyak delapan TPA yang diundang, perwakilan dari lima TPA hadir dalam kegiatan ini diantaranya TPA Al-Muttaqin, Al-Waqof, Al-Ubudiyah, Al-Hikmah, dan PAUD Ceria. Total peserta kegiatan ini berjumlah sekitar 130 orang menurut Irvan, salah seorang panitia pelaksana.

Semarak menyambut tahun baru islam ini dilanjutkan dengan perlombaan-perlombaan bagi anak-anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) hingga tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) dengan pendaftaran di hari sebelumnya. “Ada tujuh lomba yang kami adakan, yaitu lomba mewarnai untuk usia PAUD, lomba adzan, puisi, fashion show, hafalan surat, dan menyanyi lagu religi bebas untuk usia PAUD hingga SMP, dan lomba cerdas cermat untuk SD (Sekolah Dasar) dan SMP,” jelas Irvan.

Saat perlombaan dimulai, anak-anak segera menuju tempat perlombaan yang akan diikuti. Setiap juri diberikan lembar penilaian dan nama peserta yang akan mengikuti lomba. Keriuhan kembali melanda seluruh ruangan masjid. “Kak, lomba menyanyi di mana? Jurinya mana?” tanya Imel (8 th) pada panitia yang bertugas. “Kak, mau ikut lomba mewarnai,” terdengar suara dari yang lain. Para panitia dengan sigap menempatkan anak-anak sesuai lomba yang akan diikuti. Tak lama, para juri datang dan menempati tempat yang telah tersedia. 



Suasana Perlombaan
 Sebelum memulai pelombaan, masing-masing juri menjelaskan aturan main lomba yang akan dilaksanakan. Beberapa anak yang belum mendaftar di lomba manapun, segera mendaftar pada lomba yang diinginkan sesuai izin panitia. Juri-juri memanggil satu per satu nama peserta dan melakukan penilaian. Semua perlombaan berlangsung sekitar satu jam. Lomba cerdas cermat menjadi yang terlama selesai.

KINI, ANAK-ANAK TELAH MENAMPILKAN BAKAT TERBAIKNYA. Seketika ruangan masjid berangsur sepi. Sebagian anak-anak pulang ke rumah dan sebagian lainnya bermain di masjid. Acara sebenarnya belum usai. Hanya saja, estimasi pelaksanaan perlombaan berakhir lebih cepat dibanding jadwal seharusnya. Pukul 10.00 WIB, panitia dibantu beberapa anak membersihkan masjid. Mulai dari menyapu lantai, membersihkan sampah makanan dan kertas dari karpet, hingga merapikan sajadah dilakukan bersama-sama. Sekitar dua jam lagi, sholat dhuhur berjamaah akan berlangsung. Para panitia melakukan rapat koordinasi untuk acara ba’da dhuhur. Mereka mengumpulkan penilaian dari para juri untuk menentukan juara satu, dua, tiga, dan juara harapan.

“Ayo makan siang,” seorang seksi konsumsi mengajak seluruh panitia untuk makan siang. Dua kantong plastik nasi padang dibagikan satu per satu kepada para panitia pelaksana. Kurang lebih enam panitia yang tergabung dalam Moslem Generation (MG) 16 dan panitia lainnya dengan lahap menikmati konsumsi yang disediakan. Kumpulan pemuda RW 16 Kec. Cilincing, Jakarta Utara ini mengaku hanya rapat satu kali untuk mempersiapkan acara ini. Mereka beralasan terbentur oleh jadwal masing-masing anggota. Dengan kuantitas seadanya, mereka berusaha memberikan acara terbaik untuk kegiatan 1 Muharam tahun ini. “Dari 50 anggota MG, ya yang aktif cuma segini. Generasi-generasi baru diharapkan bisa gantiin kita,” ujar Irvan.

Tidak semua panitia tergabung dalam MG 16. Mbak Agi, Mbak Watni, Mbak Yanti, dan Mbak Jasmine contohnya. “Mumpung lagi libur kuliah saya ke sini, sekalian bisa ngisi waktu luang, sekedar refreshing,” ujar Mbak Watni khas dengan logat Jawanya. Mahasiswi semester tujuh ini turut berperan menjadi juri menyanyi lagu religi. Begitu pula dengan Mbak Jasmine, istri dari ketua panitia kegiatan ini turut mengisi waktu luangnya dengan membantu suksesnya acara ini.

Waktu telah menunjukkan pukul 11.45 WIB, suara adzan dhuhur dalam hitungan menit akan segera berkumandang. Para warga sekitar, anak-anak, dan panitia bersiap-siap mengambil air wudhu. Saat adzan selesai berkumandang, para jama’ah melaksanakan sholat dhuhur  berjamaah.

Pukul 13.00 WIB, acara menyambut tahun Muharam ini kembali berlanjut. Anak-anak kembali berkumpul dan duduk rapi di karpet masjid. Penampilan tim Marawis dari TPA Al-Hikmah menjadi pembuka acara. Tabuh rebana dengan nyanyian sholawat dari sang vokalis menggema di seantero Masjid Jami Al-Waqof. Para penonton dibuat terpukau dengan penampilan mereka.

Santunan anak yatim menjadi agenda berikutnya dalam kegiatan ini. Beberapa anak dipanggil ke depan. Dari total 35 anak yang terdata, hanya sepuluh anak yang hadir dalam acara santunan ini. Panitia acara membagikan satu per satu sumbangan dari donatur kepada yang berhak. Sisanya akan disimpan untuk bulan depan sebagai program santunan bulanan di daerah ini atau diberikan langsung ke rumah  anak yang terdata.

TIBALAH SAATNYA DI PENGHUJUNG ACARA. Anak-anak dengan antusias menunggu panitia membacakan nama-nama pemenang lomba. Para juara dipanggil satu per satu berdasarkan lomba yang diikuti untuk diberikan hadiah dan piala. “Aku senang berlomba menyanyi. Aku ingin membahagiakan orang tuaku,” ujar  Winda (9th) saat ditanya perasaannya mendapat juara ketiga dalam lomba menyanyi lagu religi. Lain halnya dengan Zahrina (3 SD), ketika meraih juara pertama dalam lomba membaca puisi. “Deg.. Deg-an Kak,” ujar gadis berjilbab merah ini saat dipanggil namanya oleh panitia.


Pembagian Hadiah
 Para juara dalam semua perlombaan telah usai dibacakan. TPA Al-Hikmah menghasilkan banyak juara dalam berbagai perlombaan dibanding TPA lainnya. “Untuk yang belum menang, ikut lomba di tahun depan ya,” pemandu acara memberi semangat bagi anak-anak yang belum menang. “Ayo anak-anak jangan pulang dulu, kita berdoa untuk kebaikan kita,” seorang panitia lain memanggil kembali peserta yang hendak pulang.

Waktu telah menunjukkan pukul 14.30 WIB. Pembacaan doa menjadi tanda berakhirnya kegiatan hari ini. Ruangan masjid berangsur-angsur sepi. Para peserta dan warga yang menonton meninggalkan tempat acara. Panitia pelaksana mulai membersihkan dan merapikan perlengkapan acara. “Dari sekian TPA yang diundang, sekitar 60 persen yang hadir. Kami berharap semuanya bisa hadir di acara tahun baru islam di tahun depan,” tutur Irvan dan Yusri selaku ketua panitia acara.

Anak-anak sekarang menurut Irvan, masih kurang pemahaman agamanya, diharapkan dengan adanya acara ini mereka berkenan meningkatkan pemahaman agama dengan ilmu. Di tangan merekalah kelak, perjuangan akan dilanjutkan. Bukan lagi fisik yang jadi taruhannya, kecerdasan generasi selanjutnya yang akan menentukan keberhasilan negeri ini nantinya. Serdadu-serdadu kecil, teruslah gapai cita. Tunjukkan pada dunia, kalian bisa menjadi yang terbaik.

Peserta Acara

Peserta Acara

Foto Bersama Panitia


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat