Refleksi Pembinaan
Hari-hari belakangan ini begitu membuatku harus berpikir keras. Sebuah kewajiban yang entah, ingin sekali aku pikirkan dan rencanakan dengan sebaik-sebaiknya sejak saat ini. Pembelajaran hidup yang memberi semangat untuk terus menjalani segala aktivitas. Aku berharap semoga Allah ridha atas segala yang aku lakukan dan bisa menjadi pemberat timbangan amal kebaikanku kelak. Amin.
***
Begitu banyak problem hidup yang menjangkiti sekeliling. Tampak dalam zahir, sebuah kepekaan mengamati apa yang terlihat dan terdengar. Semua berawal dari pengetahuan yang membawaku pada arah hidup. Tekad memperbaiki diri dan mengembalikan pada sisi normatif sesuai landasan Alquran dan Hadist sebab aku seorang muslim dan tetap ingin menjadi muslim. And I must be ready about it's consequences, Inshaa Allah.
Tugas isti'ab.. Berat rasanya jika harus menyampaikan. Ya, benar. Amat berat. Allah pun berfirman demikian dalam surat Al-Muzzammil. Tugas dakwah itu berat. Apalagi jika harus menjadikan orang lain sebagai mad'u. Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya ingin terus belajar dan tetap menjadi murid. "Ya Robb, istiqomahkanku di jalan ini, hingga akhir hayatku." Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di esok hari pada dirinya. Sebagaimana aku. Namun, aku harus siap atas apa yang Allah takdirkan. Oleh sebab yang memilih adalah Allah, bukan aku atau orang lain.
Aku masih terus harus membaca, agar bisa meningkatkan pemahamanku. Luasnya lautan itu harus aku selami. Perlahan. Hingga aku menemukan hakikatnya. Bukan merasa yang paling benar untuk bisa memahami hakikat. Justru merasa paling salah yang mendorongku untuk terus semangat belajar. Ya Robb, Engkaulah yang Maha Tahu atas segala isi langit dan bumi bahkan diantara keduanya. Aku tak tahu apa-apa. Aku takut saat rasa angkuh sempat menghampiri. Semoga Allah senantiasa menjaga niat ikhlas ini.
Perjalananku masih panjang. Aku usahakan berlari mengejar ketertinggalan. Semoga Allah selalu mengingatkanku pada apa yang membuatku menjadi semangat. Keep istiqomah.
Bersambung..
Aku masih terus harus membaca, agar bisa meningkatkan pemahamanku. Luasnya lautan itu harus aku selami. Perlahan. Hingga aku menemukan hakikatnya. Bukan merasa yang paling benar untuk bisa memahami hakikat. Justru merasa paling salah yang mendorongku untuk terus semangat belajar. Ya Robb, Engkaulah yang Maha Tahu atas segala isi langit dan bumi bahkan diantara keduanya. Aku tak tahu apa-apa. Aku takut saat rasa angkuh sempat menghampiri. Semoga Allah senantiasa menjaga niat ikhlas ini.
Perjalananku masih panjang. Aku usahakan berlari mengejar ketertinggalan. Semoga Allah selalu mengingatkanku pada apa yang membuatku menjadi semangat. Keep istiqomah.
Bersambung..
Komentar
Posting Komentar