Perjuangkan Keimanan

Hilda Nur Wulandari*

Berbagai isu yang ditujukan kepada umat islam di Indonesia makin ramai saja. Mulai dari media islam yang diblokir karena dianggap penyebar isu radikalisme, isu penghilangan kolom agama di KTP, belum lagi adanya larangan sahur on the road dan memperdengarkan kaset murattal atau tilawah Al-Quran di speaker masjid-masjid.

Mirisnya, hampir semua isu tersebut dibawa oleh pemimpin negeri ini. Di tengah kenyataan bahwa muslim adalah mayoritas penduduk di Indonesia, isu tersebut agaknya ingin mengoyak-ngoyak pemahaman masyarakat muslim akan aqidahnya. Bagi masyarakat muslim yang ingin cari aman, mungkin akan condong acuh dengan isu-isu tersebut dan memilih untuk mengalah pada aturan yang dibuat penguasa saat ini.

Namun, saya berharap, semoga masih ada muslim yang jujur dalam berislam dan teguh pada prinsip aqidahnya. Termasuk bagiannya, ketika melihat kedzoliman, segera melakukan tindakan, minimal menentangnya di hati. Kenyataan zaman ini harus dihadapi. Apa jadinya jika kebenaran bungkam dan kebathilan merajalela?

Kini, harus kita sadari bahwa sekularisasi makin gencar memasuki berbagai ranah kehidupan masyarakat. Keimanan jadi taruhan bagi siapa saja yang berada di dunia ini. Menurut saya, ini bukan lagi pertentangan antara iman yang satu dengan iman yang lain. Akan tetapi, ini pertarungan antara iman dengan selain yang beriman. 

Setiap kita berperan pada sisi kehidupan tertentu. Pilihannya ada di tangan kita, entah berperan jadi pelaku kebaikan dan kebenaran atau sebaliknya. Semoga isu yang ada tidak menjadikan kita lemah sebagai muslim. Namun, memunculkan semangat juang yang tinggi membela al-Haq.

Wallahu a'lam bishawab. 
Jakarta, 20 Juni 2015

*alumni UNJ -aku yang mencoba merefleksi kenyataan hidup-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat

Pesan