Tawakal Ilallah
Saat beragam ujian datang, tidak seharusnya kita mengeluh dan berputus asa. Yakinlah semata bahwa pertolongan Allah dekat. Banyak hikmah yang hendak Dia sampaikan dalam sulitnya ujian. Semua sudah diperhitungkan. Bahwa pasti ada jalan keluarnya. Satu mimpi yang masih kuat dalam azzamku, yakni bisa senantiasa dekat dengan al-Quran. Ujian demi ujian inilah yang membantuku untuk terus semangat berinteraksi dengan al-Quran.
Terkadang kita lebih sering melihat ujian sebagai sebuah musibah dan keburukan karena itulah yang tampak di hadapan kita. Padahal jika kita bisa melihatnya dari sisi yang lain, itulah takdir terbaik yang Allah berikan untuk kita dan sekeliling kita.
Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari setiap ujian baik ujian dalam senang maupun sedih. Dan bagi seorang mukmin dua-duanya adalah kebaikan. Sabar dan ikhlas yang jadi kunci menghadapi semuanya.
Tawakal ilallah mestillah pula tertanam dalam diri. Tak perlu risau dengan tidak tercapainya rencana masa depan yang kita buat. Karena yakinlah bahwa rencana Allah jauh lebih baik dan indah.
Suatu saat nanti aku berharap bisa menyelesaikan hafalan alQuran. Karena aku yakin bahwa sulitnya ujian tak kan terasa jika nikmat interaksi dengan alQuran sampai dalam relung hati dan pikiran. Mengalir dalam darah dan ingatan.
Seperti perkataan ini:
Bahwa 'Lelahnya proses saat menghafal akan sirna saat kita sudah hafal kemudian menikmatinya di pertiga malam, merasakan apa yang diungkapkan Sayyid Quthb “Asy Syuur bi annal aayat, muwajjahah ilaih”. Terbayar letihnya menghafal saat qalbu selalu merasa ringan menapaki kehidupan karena penuh dengan rahmat yang Allah karuniakan kepada para penjaga Qur’an.'
Ya Robb, jadikan kami ridho dengan segala ketentuanMu. Jadikan kami golonganMu. Generasi Rabbani. Hamilul Qur'an. Bersama keluarga, orang-orang yang juga mencintaiMu, pertemukan kami dalam surgaMu kelak. Kuatkan hati-hati kami untuk senantiasa berada dalam ketaatan padaMu. Aamiin.
Terkadang kita lebih sering melihat ujian sebagai sebuah musibah dan keburukan karena itulah yang tampak di hadapan kita. Padahal jika kita bisa melihatnya dari sisi yang lain, itulah takdir terbaik yang Allah berikan untuk kita dan sekeliling kita.
Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari setiap ujian baik ujian dalam senang maupun sedih. Dan bagi seorang mukmin dua-duanya adalah kebaikan. Sabar dan ikhlas yang jadi kunci menghadapi semuanya.
Tawakal ilallah mestillah pula tertanam dalam diri. Tak perlu risau dengan tidak tercapainya rencana masa depan yang kita buat. Karena yakinlah bahwa rencana Allah jauh lebih baik dan indah.
Suatu saat nanti aku berharap bisa menyelesaikan hafalan alQuran. Karena aku yakin bahwa sulitnya ujian tak kan terasa jika nikmat interaksi dengan alQuran sampai dalam relung hati dan pikiran. Mengalir dalam darah dan ingatan.
Seperti perkataan ini:
Bahwa 'Lelahnya proses saat menghafal akan sirna saat kita sudah hafal kemudian menikmatinya di pertiga malam, merasakan apa yang diungkapkan Sayyid Quthb “Asy Syuur bi annal aayat, muwajjahah ilaih”. Terbayar letihnya menghafal saat qalbu selalu merasa ringan menapaki kehidupan karena penuh dengan rahmat yang Allah karuniakan kepada para penjaga Qur’an.'
Ya Robb, jadikan kami ridho dengan segala ketentuanMu. Jadikan kami golonganMu. Generasi Rabbani. Hamilul Qur'an. Bersama keluarga, orang-orang yang juga mencintaiMu, pertemukan kami dalam surgaMu kelak. Kuatkan hati-hati kami untuk senantiasa berada dalam ketaatan padaMu. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar