Kalian begitu Istimewa

Memasuki fase baru dalam kehidupan. Setelah berakhirnya masa studi di kampus, aku ingin merasakan amal nyata dari ilmu yang selama ini kupelajari. Sayangnya, mungkin Allah belum berkehendak. Berkali-kali aku memasukkan lamaran ke perusahaan, hasilnya nihil.

Hingga, suatu ketika aku ditawarkan mengajar di sebuah SDIT di bilangan kota Jakarta, dekat tempat tinggalku. Sempat ragu menyelusup dalam hati. Haruskah aku melawan arah? Menjauh dari mimpi, menjadi tenaga pendidik bukan personalia. Ah, aku serahkah saja semuanya pada Allah swt. 

Singkat waktu, akhirnya aku terima tawaran tersebut. Aku hubungi wakil kepala sekolah SDIT HARUM, mengajukan permohonan untuk mengirim surat lamaran dan berkas yang dibutuhkan.

Tak lama, aku diminta datang ke sekolah, menemui Bu Ani, wakil kepala sekolah SDIT tersebut. Aku memberikan berkas, kemudian langsung di tes akademik, microteaching, Quran, dan wawancara.

Usai tes, dalam hari yang sama itu, aku mendapat kabar baik. Aku diterima menjadi guru di sana. Alhamdulillah. Esok harinya aku langsung mengajar di kelas 4.

Ini sekilas kegiatan di HARUM.
Membuat kincir air -kelas 4 Al Farisi
Outbond SDIT HARUM

Latihan Pramuka

Keterampilan SBdP


Cooking Class- Membuat Pizza



Membuat Pop Ice
Merayakan Milad Sahabat
Rihlah ke Museum Satria Mandala
Rasanya semua berjalan cepat. Kini aku sudah hampir satu tahun di sekolah ini. Dari mulai aku diperbantukan di kelas 4 Al-Farisi menggantikan Bu Niken yang sedang cuti hamil. Setelah Bu Niken masuk, kemudian aku membantu di kelas 1 Al-Farabi menemani Bu Anti, karena Bu Fitri sekarang cuti hamil. Hingga, aku bertugas menggantikan guru-guru yang tidak masuk.

Setiap hari selalu ada kesan di sekolah ini. Aku juga jadi mengenal hampir seluruh siswa-siswi SDIT HARUM Jakarta. Oleh karena, aku pernah mengajar di semua kelas yang ada. Alhamdulillah ala kulli hal. Syukur atas segala karuniaNya. Aku hanya berharap, semuanya berkah. Kehadiranku di sini bisa menambah keberkahan dakwah di sekolah ini. Bisa meringankan beban saudara-saudari baruku. Bukan sebaliknya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam