Kontemplasi: Bersabarlah wahai diri!!

Setiap ujian pasti ada hikmahnya. Ya, inilah yang tengah ku rasakan. Bertahun-tahun dalam ketidaktahuan, penuh kebimbangan, dan hampir putus asa. Ah, begitu menyiksanya hari-hari itu. Ini bicara tentang cinta. Pada keluarga. Yang sebelumnya sering aku abaikan. Masalah demi masalah begitu cepat bertumpuk. Belum selesai satu perkara, sudah datang perkara lain. Tak ada satupun yang bisa kuandalkan, kecuali Yang Maha Menguatkan. Ku adukan segalanya pada Sang Ilahi. Memohon takdir terbaik dan berharap ada keajaiban kelak. 

Begitu syahdu saat kuingat tiada hari tanpa Al-Quran. Merintih dalam doa seusai shalat di sepertiga malam. Membayangkan orang-orang terkasih. Mendoakan kebaikan untuk semuanya. Ya Rabb, semoga Engkau dengar doa-doa kami. Berharap masih ada kesempatan bagi kami untuk memperbaiki semua.

Sekian hari berlalu. Belum ada jawaban. Aku keluhkan hal ini pada manusia. Mungkin saja ada orang yang bisa membantuku menjawab segala yang memenuhi pikiran dan relung hatiku, tapi nihil. Malah, aku merasa masalah ini jadi semakin rumit dan membingungkanku. Hingga aku kembali pada Allah, meminta petunjuk dan kemurahan dariNya. Di saat sebab-sebab untuk putus asa datang, kala pikiran ini stagnan, pertolongan Allah datang. Allahu akbar. Tiada yang pantas meragukanMu, Ya Rabb. Engkau tunjukkan segala jalan di bayanganku. Segeralah aku menapaki jalan petunjuk itu. Tahap demi tahap. 

Sabar, mungkin ini yang tengah Allah ajarkan padaku. Bahwa jalan keluar itu butuh waktu. Tidak instan. Ada waktunya untuk sampai pada takdir yang terbaik.

Tidak patut bagi kita, makhluk yang selalu luput ini menghujat Sang Khalik saat takdir bertentangan dengan keinginan diri atau saat ketentuanNya tak kunjung datang. Bersabarlah wahai diri.. Mungkin jika takdir itu datang sekarang, tak kan terasa indah dan membahagiakan hati kita. Semua ada waktunya. 

Begitu pula dengan yang kurasakan. Ujian ini menempaku agar lebih kuat. Inilah yang Alquran katakan bahwa setiap ujian dibuat agar kamu tidak luput pada apa-apa yang sering kamu luputkan. Ya, aku pahami itu. Aku benar-benar ingin memperbaiki semua. 

Aku yakin, masalah ini kelak akan menjadikanku lebih tangguh lagi. Aku azzamkan diri ini agar tetap berjuang menghadapi apapun. Kini, bukan lagi mengeluhkan, Ya Allah, aku punya masalah besar. Namun, katakanlah: Hai masalah aku punya Allah yang Maha Besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat