Jeda


Hening.. Perlahan mengusikku. Di antara sibuknya hiruk pikuk dunia dan segala aktivitas. Sejenak menjeda. Setelah beberapa waktu terlupakan.

Air mata tak dapat kubendung. Sesaat mengingatnya. Tak tahu bagaimana menyusun kembali semangat yang pernah ada. Di saat cinta itu meninggalkanku. Perlahan menjauh, kemudian menghilang. Segala harap yang ku genggam erat, harus ku lepaskan. Entah, akankah ia hadir kembali, mengembalikan harapan akan masa depan yang indah.

Senja, engkau hadir membawa harap beserta luka. Sore itu kita bercengkerama, setelah sekian waktu tak bertutur kata. Tak lama. Aku mengingat pesannya. Hanya tak mungkin lagi bersama.

Cinta, setega itu kah dirimu terhadapku. Tak ada sedikitpun aku di hatimu. Hingga kau pergi meninggalkanku.  

Astaghfirullah.. Yakinlah segala takdir Allah itu baik. Hanya saja aku yang belum memahami. Ya Allah, kuatkan diri ini dalam menghadapi setiap ujian dariMu. Ajarkan ku bersyukur atas segala rahmatMu, bahwa masih banyak yang diuji lebih berat. Jika memang tak lagi sejalan, biarlah sedih itu menghampiri hingga lelah, aku Ikhlas. Hidup harus tetap berjalan. Lakukan amal sholih di setiap waktu yang tersisa. Tak pantas aku berputus asa dari rahmatNya. Setiap insan memiliki takdirnya masing-masing.

Setiap pilihan ada konsekuensinya. Semoga prinsip tetap berada di jalanNya. Seberat apapun ujiannya. Aku memohon kebaikan dunia akhirat kepada Mu ya Robb..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat