Listrik dalam atom


Materi itu berbekas di memori otakku, pelajaran Fisika kelas tiga SMP tentang listrik statis maksudku. Tentang atom yang memiliki tiga unsur proton, elektron, dan neutron. Proton si kubu positif, elektron negatif dan neutron si netral. Mempelajari ini aku jadi fenomena belakangan yang sering ku lihat. Ketika melihat seumpulan orang yang sering mengajak orang ke jalan kebaikan, di sisi lain ada orang yang hobi mengajak ke dalam kejahatan. dan stu lagi tida suka mempengaruhi sipaapun. ku pikir dulu, netral berarti tak memilih, tapi apa mungkin. Sempat berdiskusi dengan seorang sahabat mengani hal ini. Ternyata menurutnya, netral berati tidak tahu yang mana yang terbaik dari pilihan-pilihan yang tersedia. Seseorang yang mengatakan dirinya netral, biasanya akan mencari tahu, mempelajari setiap pilihan yang akan dipilihnya. Hal ini karena ia tak mau sembarang pilih, karena resikonya akan lebih berat ketimbang saat memilihnya. 

Namun, ketika seseorang yang netral tengah mencari tahu kebenaran, si positif dan negatif akan mempengaruhinya, agar berpihak pada satu kubu yang dimilikinya. Apa yang kan terjadi? Apa saja terjadi tentunya. Saat si netral terjebak dalam rayuan negatif, ia akan memilih negatif, tapi jika ia mempelajari secara objektif, disertai fakta dan data yang relevan, ia akan bergabung dengan kubu positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam