Ikhlas: Everything For Allah
Setiap goresan kata menjadi pengingat bagiku akan setiap peristiwa yang telah terjadi. Terlalui sudah satu demi satu ujian hidup yang menyesakkan dada, tak jarang disertai rintikkan air mata. Aku melangkah tak henti. Bersama mimpi-mimpi indah yang selalu ingin terwujud. Tersenyumlah. Tak ada lagi yang perlu ditangisi. Setiap ujian ada hikmahnya. Dan aku akan berusaha tuk temukan.
Ya, aku mengerti. Sebuah
perjalanan akan menjadi lebih indah ketika dilalui bersama. Tak perlu menjadi
kepingan yang berjalan sendiri-sendiri di mana sejumlah ideologi tercipta, saling berdebat, menjatuhkan. Sungguh, itu semua bukan yang utama. Ketakwaan dengan berjamaah itu yang lebih utama. Ketika engkau
berjalan sendirian, engkau akan mudah dikalahkan. Maka berjalanlah
bersama-sama, hidup bukan untuk saling menunjukkan siapa yang terkuat atau
terhebat sehinggga bisa memenangkan pertarungan. Namun, hidup adalah saat
engkau dapat menciptakan banyak saudara di mana saja engkau berada.
Saat engkau
berbuat baik dan mengajak dalam kebaikan. Teruslah mengejar apa yang kau mau,
seperti ingin menjadi seorang yang jujur, cerdas, amanah, religius, tegar,
sabar, dapat menyampaikan informasi dengan baik dan tepat. Hidup ini mesti
menuju pada lentera yang teramat terang. Berusaha mendekat kepada kebenaran dan semangat belajar seumur hidup.
(Hilda Nur W:
2009) Proses ini sungguh berharga bagiku. Ujian-ujian itu membuatku lebih
tangguh menjalani hidup. Prestasiku di masa ini lebih dari nilai-nilai di buku
besar berlogo sekolahku. Aku benar-benar belajar tentang hidup, tentang cinta,
sahabat, dan dunia yang fana ini. Aku pun telah mengenal diriku seiring ku
mengenal Penciptaku. Terima kasih untuk semuanya ya Tuhanku, keluarga, dan
orang-orang selalu mendukungku. Aku bukan siapa-siapa tanpa kalian. Ku harap
setelah ini aku mampu jadi pribadi yang lebih baik dan kuat. Amin.
Komentar
Posting Komentar