Refleksi Hidup
Pernah, dalam hidupku hadir sebuah cinta. Cinta yang memberiku pemahaman bahwa hidup tak sekadar mempertahankan eksistensi di dunia. Seseorang pernah mengatakan padaku, kata seorang filsuf -Sokrates- bahwa hidup yang tidak dikaji adalah hidup yang tidak bernilai. Langkah demi langkah yang terlalui bukan hanya berhenti pada selesainya kita melalui hari. Namun bagiku berkontemplasi tentang apa yang telah kita lakukan dalam hari itu.
Sengaja kutulis rangkaian kata ini untuk mengingatkanku bahwa hidup perlu dikaji, diperbaiki setiap harinya. Tak lain sebagai upaya memperbaiki diri dan wujud syukur kepada Allah atas segala nikmat dan rahmat yang telah Ia beri. Sejatinya hidup di bumiNya tak kekal. Setiap apa yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Setiap amanah, janji, komitmen, tindak, pikir, dan niat akan ditanya. Segala anggota tubuh pun akan bicara.
Tidak ada yang luput satu titikpun. Semua telah tertulis dalam catatan diri masing-masing. Tak ada lagi yang bisa bersembunyi. Siapa yang dahulu membanggakan amal baiknya pun belum tentu menjadi utama di sisiNya. Allah yang akan jadi sebaik-baik penilai. Ia yang akan meninggikan orang yang Ia kehendaki dan Ia pula yang kan menghinakan orang yang Ia kehendaki.
Maka itu, hidup tak sekadar menghabiskan waktu. Namun, bagaimana kita memanfaatkan waktu dan untuk apa saja waktu dipergunakan. Sungguh beruntung mereka yang hari-harinya senantiasa lebih baik dari kemarin. Di sinilah perubahan bermain. Sejauh apa ikhtiar memperbaiki diri dan sekitar. Waktulah yang akan menjadi saksi setiap perubahan dalam diri kita. Kemajuan atau kemundurankah? Tentu hal ini dilihatd ari pandangan Allah. Bagaimana Allah memandang baik dan buruk.
Mungkin tulisan ini akan dilanjutkan kemudian hari. Semoga istiqomah memperbaiki diri.

Komentar
Posting Komentar