Persiapkan dirimu!!!



Jodoh itu rahasia Allah. Kapan datangnya hanya Allah yang tahu. Semua sudah ada skenarionya. Tugas kita hanya berusaha, berdoa, dan bertawakal. Berharap ketika waktunya datang, kita sudah siap.

Menyoal jodoh dan pernikahan seringkali membuat seseorang menjadi galau. "Kapan ya bisa seperti itu?" Karena gambarannya selalu menyenangkan. Bagaimana tidak, ketika menikah, ada seseorang yang selalu menemani kita, mendengar cerita, dan bisa bebas selfie bareng si dia..

Namun, pernikahan sejatinya untukku, bukan hanya happy bareng cinta sejati. Pernikahan adalah sarana untuk dua orang insan bisa lebih dekat kepada Allah Subhana wa Ta'ala. Cita dan Cintanya bisa berlanjut hingga ke surgaNya. Inilah yang Rasulullah SAW katakan bahwa pernikahan itu sejatinya menggenapkan separuh dien.

Ada seorang ustadzah berkata padaku. “menikah itu ibarat masuk ke hutan rimba” Ya, saat di mana kita tak pernah mengenal seorang yang hadir di sisi kita, dan kini harus melalui hari bersamanya selamanya, hingga ajal menjemput. Inilah seni menikah islami. Sebelum menikah tak perlu ada prosesi pacaran, yang isinya menampilkan yang bagus-bagus, eh ketika menikah baru ketahuan jeleknya. Menikah secara islami, saat di mana kita melibatkan Allah dalam memilih tambatan hati. Istikhoroh, niat yang benar untuk menikah, dan cara yang benar dalam memilih jodoh adalah bentuk penjagaan diri kita saat menentukan pilihan. Agar bukan nafsu yang mengendalikan, tapi benar inilah jodoh terbaik kita dari hamba sholih yang Allah pilihkan.

Ingat, jodoh kita tak kan tertukar. Sebab, sesuatu yang ditetapkan untukmu maka sampai kapanpun ia tak kan jadi milik orang lain. Sebaliknya, jika sesuatu itu tidak ditakdirkan untukmu, maka ia tak kan pernah menjadi milikmu. Jodoh itu menggerakkan dua belah pihak bukan hanya satu diantaranya. Entah berada di mana pun ia, jika sudah waktunya, maka akan bertemu juga. Dan ingat, bahwa jodoh itu diusahakan. Raih jodohmu dengan jalan yang benar. Sebab dengan cara benar atau salah pun, jodohmu ya itu itu juga. Namun, di saat jalan yang benar yang dipilih, sungguh keberkahan dari Allah begitu berlimpah untuk dua orang insan yang mengingkarkan janji setia di hadapan saksi Allah, malaikat, dan manusia.


Persiapkan diri mulai dari sekarang..
Sesungguhnya tulisan ini adalah pengingat diri agar Allah menguatkan hati dan meluruskan niatku dalam menjalani sunnah Rasul yang satu ini. Menikah adalah perjanjian yang amat berat. Dan akad nikah adalah pengubah yang haram menjadi halal. Kelak, pernikahan inilah nantinya yang akan menjadi gambaran seperti apa generasi di masa depan. Ya, mendidik anak yang sholih dan sholihah ternyata bukanlah dimulai sejak anak itu lahir. Namun, semua itu dimulai sejak kita memilih pasangan. Menikah itu tak hanya butuh cinta, makanya ada pasangan yang sebelumnya tidak saling cinta, bahkan tidak mengenal, tapi ketika menikah bisa mencintai pasangannya dengan sepenuh hati. Sebab, cinta itu bisa dibentuk seiring berjalannya waktu. 
Maka yang kita butuhkan saat sebelum menikah adalah persiapkan dirimu dengan sebaik-baiknya. Mulai dari persiapan fisik, keluarga, harta, ruhiyah, bahkan soal ilmu membina rumah tangga yang sakinah, mawadddah, warohmah. Bukan hanya soal pesta pernikahan yang megah, sehingga setelah menikah tak punya persediaan harta atau malah banyak hutang. Na'udzubillahi min dzalik.

bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat

Pesan