Postingan

Kesatuan Juang dalam Dakwah

Gambar
Oleh: Hilda Nur Wulandari Berbagai macam gerakan yang mengusung semangat dakwah terus bergema di setiap belahan bumi hingga detik ini. Pada hakikatnya, masing-masing gerakan mempunyai visi sama. Tak lain, dalam rangka menegakkan syariat islam di muka bumi ini. Namun, aneka ragam gerakan yang muncul tersebut seringkali tersulut konflik dan perbedaan persepsi dalam menghadapi suatu permasalahan. Jika pada awalnya konflik tersebut hanya mengganggu sebagian kecil pegiat dakwah bukan tidak mungkin jika masalah tak terselesaikan dengan segera, pada akhirnya akan merugikan keutuhan umat secara keseluruhan. Dalam buku yang ditulisnya, Fathi Yakan secara garis besar menggambarkan bagaimana fenomena kehancuran bangunan dakwah terjadi akibat kesalahan para pegiat didalamnya. Berbagai penyebab konflik bisa terjadi karena beberapa hal seperti hilangnya mana’ah i’tiqadiyah (imunitas keimanan) dan tidak tegaknya bangunan di atas fondasi pemikiran dan prinsip yang benar dan kukuh; rekr...

Membina Fikriyah*

Gambar
Oleh: Hilda Nur Wulandari Manusia, makhluk yang Allah SWT ciptakan dengan sebaik-baik bentuk (QS. At-Tiin: 4). Di dalam dirinya terdapat aspek akal (fikriyah) yang membedakannya dengan makhluk lain. Akal atau dalam bahasa Arab berarti aql’ dimaknai sebagai pengikatan dan pemahaman terhadap sesuatu . Hal ini berkaitan dengan makna bahwa dengan akal, seseorang berpikir dan memahami sesuatu yang disebut dengan ilmu dan pengetahuan. Akal merupakan alat bagi manusia dalam memikirkan suatu hal. Seiring dengan bertambahnya usia, seorang manusia akan mengalami perkembangan pola pikir. Dalam perkara fikriyah, Islam tidak menganggap bahwa laki-laki lebih baik dari perempuan atau sebaliknya. Misalnya saja dalam perintah mencari ilmu, keduanya diwajibkan untuk mencari ilmu, terlebih ilmu keislaman. Bilamana hadist yang mengatakan bahwa wanita kurang akalnya bisa kita cermati melalui hadist di bawah ini: Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya: “Wahai wanita yang beriman seluru...

Refleksi Hidup

Gambar
Pernah, dalam hidupku hadir sebuah cinta. Cinta yang memberiku pemahaman bahwa hidup tak sekadar mempertahankan eksistensi di dunia. Seseorang pernah mengatakan padaku, kata seorang filsuf -Sokrates- bahwa hidup yang tidak dikaji adalah hidup yang tidak bernilai. Langkah demi langkah yang terlalui bukan hanya berhenti pada selesainya kita melalui hari. Namun bagiku berkontemplasi tentang apa yang telah kita lakukan dalam hari itu. Sengaja kutulis rangkaian kata ini untuk mengingatkanku bahwa hidup perlu dikaji, diperbaiki setiap harinya. Tak lain sebagai upaya memperbaiki diri dan wujud syukur kepada Allah atas segala nikmat dan rahmat yang telah Ia beri. Sejatinya hidup di bumiNya tak kekal. Setiap apa yang kita lakukan di dunia akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Setiap amanah, janji, komitmen, tindak, pikir, dan niat akan ditanya. Segala anggota tubuh pun akan bicara.  Tidak ada yang luput satu titikpun. Semua telah tertulis dalam catatan diri masing-masing. Ta...

Sebuah Empiris: Belajar Mendidik

Gambar
Mendidik bagiku merupakan tugas setiap yang terdidik dan ladang amal menyampaikan ilmu yang telah kita dapat. Bermula dari ajakan seorang teman, aku sampai di dunia ini. Di semester lima perkuliahan itu aku diajak mendaftar ke sebuah lembaga bimbingan belajar.  Curriculum Vitae  (CV) dan surat lamaran kerja kukirim ke alamat email lembaga tersebut. Ternyata, lamaranku diterima dan aku diminta datang untuk seleksi selanjutnya yakni tes tertulis dan interview. Alhamdulillah, aku lolos tes tersebut dan mulai mengajar keesokan harinya. Rasa khawatir kesulitan mengajar murid-murid beraneka karakter sempat muncul dalam benak. Namun, keyakinan dan dorongan dari teman pengajar lainnya memicu semangatku untuk mencoba berani.  Di awal aku mengajar, tak jarang aku harus menghadapi berbagai masalah. Ketika aku mengajar di kelas dua hingga empat SD misalnya, hampir setiap pertemuan selalu timbul keributan, berkelahi, tak mau belajar, dll. Akan tetapi, semak...