Adakah Hari Setelah Hari Ini??

"Ibu, ibu, ibu di mana.." Hari itu benar-benar berbeda dengan hari sebelumnya. Di pagi buta, aku terbangun oleh karena kebisingan di luar. Entah apa yang tengah terjadi. Yang ku ingat, tak ada siapa-siapa di rumah, selain aku.

"Bismillah." Kalimat ini kubisikkan dalam hati untuk melalui hari agar langkahku selalu terniatkan karena Allah. Usai sarapan, ku ambil tas ranselku di kamar, memeriksa perlengkapan belajar hari ini. Aku mencari sebuah buku yang selalu menjadi inspirasiku, "Doktor Cilik Hafal dan Paham Al-Quran".   Seorang teman ingin meminjamnya setelah aku bawa beberapa hari lalu ke madrasah. Ibu keluar dari dapur kemudian aku berpamitan padanya, mengecup jemari tangannya yang lembut.

Tiga bulan lagi aku lulus. Ya, selalu terbayang dalam benakku untuk segera sampai pada hari itu. Kau tahu apa itu? Aku akan dilantik sebagai hafizh Quran.. Impian yang menjadi hasratku setelah 10 tahun berinteraksi dengan Alquran.

Kini usiaku menginjak 15 tahun kurang 3 bulan. Aku sangat berharap selepas bersekolah di madrasah ibtidaiyah, aku bisa melanjutkan ke sebuah madrasah aliyah terkenal di kota tetangga, begitu menurut sebuah situs di internet. Dan sebentar lagi aku lulus sekolah. Sangat menanti hari itu. Ayo segeralah tiba.

***
"Shofwan, kamu bawa buku yang kemarin?" Ali memanggilku sesaat setelah aku memasuki gerbang madrasah. "Tentu saja," teriakku sambil membuka resleting tasku. "Kamu hari ini ceria sekali, adakah sesuatu yang menyenangkan pagi ini?"ujarnya. "Ah, kamu berlebihan, kita memang harus selalu tersenyum kan, setidaknya kita bisa mengubah hari menjadi lebih indah dengan tersenyum." 

"Teng, teng, teng" Bunyi bel pertanda masuk. 


(bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Film Sang Murabbi

Urgensi Jama’atul Muslimin tuk Tegakkan Islam

Ta'liful Qulub: Sahabat Dunia Akhirat