KISAH
Oleh: Hilda Nur
Wulandari
Kebahagiaan tidak terletak pada cara memulai atau mengakhiri sebuah
perjalanan, tapi pada bagaimana menikmati sebuah proses.
_Asma Nadia_
Pernahkah kau mendengar cerita
tentang Sa’ad bin Abi Waqqash? Seorang pemuda yang teguh pendiriannya. Tegar. Tak
pernah mengeluh meski cobaan tak henti menghampiri. Bahkan saat seorang yang ia
sayangi, tak sejalan dengan keyakinannya. Ia mencoba bersabar, pantang menyerah
memberi pengertian pada ibunya. Syukur, luluh hati ibunya setelah sekian hari
‘mogok makan’. Ia yakin bahwa segalanya
mungkin. Setiap cobaan pasti ada penyelesaian. Tinggal bagaimana kita berusaha
mencari dan menemukan.
Begitulah kiranya cerita singkat
Sa’ad. Semoga kita bisa belajar darinya. Setiap langkah kita di bumi, mustahil
tanpa masalah. Tidak perlu menghindar dari masalah, karena di sanalah kita
belajar menjadi tangguh. Demikian, jika ada masalah dalam benak kita. Semisal
ada masalah, optimislah mampu menyelesaikannya. Jika kiranya perlu, ceritakan
pada orang yang bisa engkau percaya. Sekadar membantu agar engkau sedia bangkit
lagi.
Sama, seperti aku dalam organisasi
yang kujalani. Masalah datang dan pergi. Namun, bukan sekalipun untuk diabaikan
tapi untuk diatasi. Sungguh, betapapun aku pergi, masalah tak pernah berakhir.
Masalah itu tetap ada, mungkin hanya berganti rupa. Aku memilih bertahan di
sini. Organisasi ini selalu mampu memberi geloranya sendiri. “Sebuah gelora
adalah sesuatu yang yang menggetarkan dan memesonakan. Tapi juga memabukkan. Ia
tak punya ta’rif yang persis dan jelas. Ia bagaikan nebula gemerlapan di langit
sana. Kita tak pernah tahu apakah ia adalah satu gugusan bintang atau hanya
sekumpulan awan debu. Tetapi jelas, ia membangkitkan ketertarikan.” Demikian
Goenawan Mohamad bertutur dalam Catatan Pinggirnya.
Tak hanya itu, di sini banyak yang
bisa kita bagi dengan yang lain. Kita diajak untuk menjadi kreatif. Sesuai
dengan apa yang kita suka. Hanya perlu keberanian. Lakukan. Selama kau mampu
meluangkan waktumu. Tapi ingatlah, kreatif itu boleh, maka ambilllah yang baik di antara banyaknya
kreativitas.
Setiap manusia punya mimpi yang ingin
tercipta. Begitu pun aku. Aku bersyukur bisa mengenal ruang ini. Antara awal
dan akhir ada seuntai proses, yang sejalan dengan putaran waktu. Raih
kebahagiaanmu.
Di sini, banyak serpihan mozaik yang
terangkai. Beragam warna menyatu. Membentuk gambar pelangi. Aku lebih suka
menganggap orang di sekitarku sebagai kawan bukan lawan. Aku senang merangkai
keindahan. Aku suka berbagai warna, menjadikan hidup ini lebih mencerahkan. Aku
suka menjadi bagian dari kumpulan warna yang ada. Karena kita di sini untuk
saling melengkapi.
Setiap proses bagiku, bagai bagian
dari ujian di masa depan. Jalani hari-harimu dengan usaha yang penuh dan iringi
dengan keikhlasan jika ingin mendapat kebahagiaan.
Doc. Penulis.
Jakarta, 2012

Komentar
Posting Komentar